Tampilkan postingan dengan label Pesan Moral. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesan Moral. Tampilkan semua postingan

4 April 2011

Kasih

Ketika Ibu Teresa menerima hadiah nobel, beliau ditanya "apa yang dapat kita lakukan untuk mendorong perdamaian dunia?" Jawabnya, "Pulanglah dan kasihi keluargamu."

Matius 19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Amsal 3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
Read More..

Christian History

Kalau ditanya tentang sejarah munculnya kata “Kristen”, kita bisa melihat di kitab Kisah Para Rasul 11:26.
”Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.”

Yang kita tahu pada umumnya, Kristen adalah pengikut Kristus. Itu memang benar, tapi pengertian ini tidak didalami seutuhnya. Orang yang mengaku beragama Kristen justru tidak mencerminkan bahwa dia pengikut Kristus. Mereka justru tidak hidup layaknya orang Kristen, bahkan mereka malu untuk mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka memiliki Tuhan yang bernama Yesus! Apakah dia Kristen?
Read More..

21 Desember 2010

Membuka Pintu Kesempatan

" Ia harus...sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat "(2 Timotius 2:24,25)

Seorang teman sadar ia sudah berdosa karena menikah dengan pasangan yang tidak seiman. Setahun sudah ia meninggalkan gereja, tidak beribadah sama sekali. Pada malam natal, hatinya rindu untuk kembali mengikuti ibadah natal. Ia pun pergi ke gereja. Sesampainya di sana, teman-teman yang mengenalnya justru menyambutnya dengan tatapan dingin, curiga, bahkan sinis. "Tumben datang ke gereja," sapa seorang rekan dengan nada tak ramah. "Ada konsumsi sih," bisik teman lainnya menyindir. Teman saya ini merasa malu dan terpukul. Sejak itu ia tidak mau datang ke gereja lagi.
Read More..

15 November 2010

Allah Adalah Guru Yang Sabar

Lukas 6:12-13
Yohanes 15:16


“Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib…”

( Mazmur 71:17 )

Dalam masyarakat Yahudi, adalah suatu kebiasaan bagi murid untuk memilih seorang rabbi atau guru pilihannya dan selalu menghubungkan gurunya pada dirinya disetiap arahan atau petunjuk. Demikian juga Paulus, “…dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel…” (Kis 22:3). Tetapi dalam hal ini, Yesuslah yang mengambil inisiatif untuk memilih, bukanlah para murid-Nya, “Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dua belas orang,…” (Luk 6:13).
Dia memanggil dan mengkhususkan mereka serta mengikat mereka dengan diri-Nya setelah melalui ujian dari waktu dengan ikatan kasih-sayang. Demikianlah Dia memilih mereka untuk menanamkan dan menyalurkan kehidupan-Nya kepada sekelompok kecil orang.
Read More..

8 November 2010

Doa Untuk Negeri

Shalom Saudaraku semuanya....

Akhir-akhir ini, kita disuguhi berita-berita yang sangat menggelisahkan hati dan yang menyedihkan hati pula. Ada larangan beribadah, pertikaian berdarah, kapal tenggelam, hingga bencana alam yang begitu mengerikan dan memakan korban yang tak sedikit.
Lagi-lagi Indonesia berduka. Duka melihat saudara kita mati sia-sia hanya karena mempertahankan ego sekelompok orang, duka melihat saudara kita mati menggenaskan terbunuh kejamnya kemarahan alam.

Di sana, nun jauh di Wasior, banjir bandang baru saja menggusur rata tanah perkampungan saudara kita di sana.
Read More..

Persiapan Mengenai Masa Depan

Mempersiapkan masa depan

Tuhan ingin kita mengenakan sikap iman menyongsong masa depan, kt tahu bahwa Dia sudah ada di masa depan kt.
Hidup adl adventure, tidak menentu, dan tanpa garansi. Karena itu, prepare for ur future!

Hidup pnuh dg resiko.
Pkh 11 : 1
Hal pertama yg disinggung Salomo adl mempersiapkan scr finansial.
Kt harus punya gol utk menjadi berkat bg org lain scr keuangan. Ini bkn hanya utk bos/pengusaha, tp pd karyawan n dan pendeta. Spy kt tdk hidup dg egois.
Read More..

27 April 2010

Bersuka Citalah Selalu

Filipi 4:4

Rini adalah seorang pemudi yang aktif di gerejanya. Ia sangat ramah dan selalu memberikan senyuman kepada setiap orang yang ditemuinya, dan ia selalu menunjukkan wajah yang penuh sukacita. Karena ia sudah berkomitmen untuk terus bersukacita. Suatu kali ia diperhadapkan dengan suatu masalah. Ia harus menerima kenyataan bahwa ia tidak akan lulus beberapa mata kuliah. Ia tidak akan diijinkan ikut ujian semester sebab ia belum bisa melunasi beberapa tuntutan kampus, karena usaha papanya mulai bangkrut. Jika kali ini ia tidak lulus, maka ia harus mengulang tahun depan. Tapi karena ia punya komitmen akan terus bersukacita, masalah apapun yang ia hadapi, ia tetap bersukacita. Ia terus berdoa dan bergumul kepada Tuhan. Dua minggu lamanya ia harus bergumul tentang masalah ini, sampai kemudian ada seorang ibu yang juga anggota digerejanya, yang digerakkan Tuhan untuk membantu Rini, sehingga ia bisa melunasi tuntutan di kampusnya. Apa yang dialami Rini baru diketahui oleh teman-temannya dan orang yang ada di sekitarnya setelah ia selesai ujian semester. Karena apa? Ia selalu bersukacita, ada masalah atau tidak ia terus bersukacita, sehingga orang-orang yang ada didekatnya tidak mengetahui kalau ia sedang punya masalah.

Kekasih TUHAN !
Read More..

Apa Yang Paling Berharga?

"Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikan sebagai ganti nyawanya"
-Matius 16:26-

Kekasih TUHAN,
Ada seorang anak, tangan kanannya masuk ke dalam sebuah vas bunga yang antik. Ia tidak dapat mengeluarkan tangannya, keluarganya sudah mencoba segala macam cara untuk mengeluarkan tangan anak itu, tetapi tetap tidak berhasil.
Akhirnya, untuk menyelamatkan tangan anak itu, terpaksa vas bunga yang antik dan sangat mahal harganya itu harus dipecahkan.
Semua orang yang melihat peristiwa itu, heran karena ternyata anak itu sedang menggenggam tangannya dengan erat, dan setelah ia membuka tangannya ternyata yang dipegang erat-erat dan tidak mau dilepasnya adalah uang koin seribu rupiah.
Demi uang seribu rupiah, anak ini telah mengorbankan sebuah vas bunga yang sangat bagus dan sangat mahal harganya.

Kekasih TUHAN,
Periksalah keadaan dan hati kita saat ini, apakah hari-hari ini kita sedang menggenggam suatu hal yang kita anggap penting, dan kita tidak dapat melepaskan dan meninggalkannya?
Periksalah, apakah yang kita genggam itu sesuatu yang berkenan kepada TUHAN dan lebih berharga jika dibandingkan dengan Kerajaan ALLAH yang kekal? (baca I Yohanes 2:15-17)

Kekasih TUHAN,
Datanglah kepada TUHAN dan lepaskan semua yang kita genggam yang menghambat kuasa TUHAN bekerja dalam kehidupan kita. Ia tidak akan menolak kita jika kita datang dengan hati yang hancur dan dengan komitmen untuk berubah dan meninggalkan dosa.

ingat !
Read More..

Mari Kita Renungkan

Ketahuilah
bahwa pada hari-hari terakhir
akan datang masa yang sukar.

Manusia akan mencintai dirinya sendiri
dan menjadi hamba uang.
Mereka akan membual
dan menyombongkan diri,
mereka akan menjadi pemfitnah,
mereka akan berontak terhadap orang tua
dan tidak tahu berterima kasih,
tidak mempedulikan agama,
tidak tahu mengasihi,
tidak mau berdamai,
suka menjelekkan orang,
tidak dapat mengekang diri,
garang,
tidak suka yang baik,
suka mengkhianat,
tidak berpikir panjang,
berlagak tahu,
lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka,
tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.

Jauhilah mereka itu!
( 2 Timotius 3:1-5 )

Read More..

Kasih Allah Bapa

Adalah seorang pemuda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis muda juga yang baik hati. Sebelumnya merekapun selalu berdoa, 'Tuhan berikanlah aku pasangan yang menurut Engkau terbaik...' Setelah mereka menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi, 'Tuhan, berikanlah kami anak yang terbaik buat kami.' Tetapi setelah 7 tahun mereka menikah, mereka tidak mempunyai anak.

Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan, maksudnya doa mereka berubah lagi, 'Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak yang terbaik bagi kami.' Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung, lalu lahirlah seorang anak bagi mereka. 'Anak laki-laki pak,' kata dokternya. Sang ayah langsung melonjak kegirangan.

Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke rumah sakit. Lalu si dokter berkata, 'Pak, dengan berat hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda.' Si ayah membalas, 'Kabar apapun, saya siap menerima-nya, pak dokter. Saya siap menghadapi yang terburuk' 'Dan hal yang buruk itu adalah, bahwa putra anda tidak akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang lain,' jelas si dokter. 'Apa maksud dokter,' si ayah bertanya. Dokter melanjutkan, 'Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat disembuhkan.
Yaitu cacat mental yang serius.' Sang ayah lalu menitikan air mata dan
berkata sambil berdoa, 'Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu. '


Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan ditaruh di samping ranjang mereka berdua.
Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut, tetapi mereka menanggung semuanya itu. Beranjak keluar dari umur batita, mereka membuatkan kamar khusus untuk anak mereka tersebut.

Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka satu-satunya. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan macam-macam, komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang kerja, ia selalu mengajak si anak bermain. Dengan mainan yang ada atau jika ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.
Read More..

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya.
Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.

Orang buta itu terbahak berkata: "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama
saja buat saya! Saya bisa pulang kok."

Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat
kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu setuju
untuk membawa pelita tersebut.

Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.
Dalam kagetnya, ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat
orang buta dong!" Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

***

Berselang dengan berjalannya waktu, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si
buta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa
pelita ini supaya kamu bisa lihat!" Pejalan itu menukas, "Kamu yang
buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!"

Si buta tertegun?. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta
maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat bahwa Anda
adalah orang buta." Si buta tersipu menjawab, "Tidak apa-apa, maafkan
saya juga atas kata-kata kasar saya." Dengan tulus, si penabrak
membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun
melanjutkan perjalanan masing-masing.

***


Read More..

Sabar dan Bersyukur

Setiap orang yang selalu mengeluh tentang pasangan adalah mereka orang-orang yang kurang bersyukur...jika belum diberi, kita mengeluh....tapi jika kita sudah diberi pasangan, terkadang juga kita mengeluh...

Saudara-saudara ketahuilah
bahwa bila kita belum diberi pasangan, itu berarti Tuhan masih menganggap kita kuat, kita masih bisa menyelesaikan setiap masalah dalam hidup kita...dan kita tidak perlu khawatir karena kita tahu bahwa janji Tuhan itu INDAH PADA WAKTUNYA..jika waktu itu datang,betapa itu adalah hal yang luar biasa dalam hidap kita...dan kita juga wajib bersyukur atas pasangan yang Tuhan berikan kepada kita...karena seburuk apapun pasangan kita,Tuhan punya rencana dalam hidup kita..GBU
Read More..

Pesan menyesatkan Yang Harus Diwaspadai

> HUMANISME
Manusia adalah pusat dunia.
kita tidak membutuhkan ALLAH karena manusia dapat mengerjakan sendiri apa yang ingin dilakukannya.

> MATERIALISME
Mereka yang telah mengumpulkan paling banyak uang dan harta benda
akan memperoleh kebahagiaan.

>KEAKUAN
Hal yang terpenting dalam hidup ini adalah diri sendiri.
Setiap orang adalah pribadi tunggal yang tak membutuhkan orang lain dan tidak dibutuhkan oleh orang lain

Read More..

Masukkan email kamu untuk berlangganan tulisan dengan saya :

Delivered by FeedBurner